Isbedy Hadir di “Air Mata Sumatera”

"Puisi saya berjudul 'Di Dekat Mata ini Adalah Buncahan Air' yang lolos. InsyaAllah saya akan bacakan,"

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS | Foto: Ist.

Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS | Foto: Ist.

LINTANG.CO Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS akan menghadiri peluncuran antologi puisi “Air Mata Sumatera” di Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa 20 Januari 2026 pukul 14.00 sd selesai.

Dalam antologi yang menghimpun para penyair Indonesia dan luar negeri itu digagas Komunitas Kuflet Padang Panjang. Satu puisi karya penyair Lampung itu lolos kurasi dan masuk dalam antologi tersebut.

“Puisi saya berjudul ‘Di Dekat Mata ini Adalah Buncahan Air’ yang lolos. InsyaAllah saya akan bacakan,” kata Isbedy, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menerangkan, esok bertolak ke Padang dan bermalam di sana. Pagi baru ke lokasi acara di Padang Panjang.

Baca Juga :  Kota Kelabu Diluncurkan dan Pembacaan Puisi Kenduri Sumatera

Dikatakan Isbedy, walau tanpa bantuan dari pemerintah namun dukungan dari individu agar dirinya membawa Lampung di kancah nasional.

“Sudah lima tahun lebih saya memang hanya mengandalkan dukungan dari individu yang peduli pada kesenian. Saya berterima kasih masih ada yang mau beri dukungan,” katanya lagi.

Ia menyebut bahwa tanpa dukungan tersebut sulit seniman daerah ini bisa hadir di even sastra di nasional. “Sulit kita andalkan dari pemerintah daerah, saat ini.”

Ditanya siapa saja yang mendukung keberangkatannya ke even sastra nasional, ia menolak. Alasannya tak etis, baik untuk mereka yang beri dukungan maupun dirinya.

“Tapi yang pasti ada, dan cukup untuk perjalanan,” sambung dia.

Baca Juga :  Membaca Buku ‘Kota Kelabu’: Nuansa Cinta, Hujan, dan Kota

Penyair yang baru saja baca puisi bersama Dzafira Adelia Putri Isbedy dari buku terbarunya, “Kenduri Sumatera” di Taman Budaya Lampung itu, adalah penyair yang hingga di usianya tak lagi muda, masih produktif.

Tahun 2026 ia bula dengan 2 buku diterbitkan, yakni kumpulan esai “Noel di Jalur Whoosh, dan Catatan Lain” dan “Kenduri Sumatera” (Januari 2026).

“Alhamdulillah di awal 2026, saya telah meluncurkan dua buku,” ujarnya lagi.

Menurut Sulaiman Juned, ketua pelaksana peluncuran “Air Mata Sumatera” para penyair yang menyatakan hadir dari sejumlah kota di Tanah Air, Malaysia, dan Singapura. (*)

Berita Terkait

Sastra(wan), Ai Kidah…
Seni yang Menyembuhkan di Kamis Budaya
Kota Kelabu Diluncurkan dan Pembacaan Puisi Kenduri Sumatera
Membaca Kegelisahan Sastrawan di Tengah Arus Modernitas
Isbedy Luncurkan ‘Kenduri Sumatera’ Sehimpun Puisi Bencana
Dicari: Naskah Sastra Lampung!
Sekotak MBG di Masa Libur Sekolah
Membaca Buku ‘Kota Kelabu’: Nuansa Cinta, Hujan, dan Kota
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:39 WIB

Isbedy Hadir di “Air Mata Sumatera”

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:05 WIB

Seni yang Menyembuhkan di Kamis Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:40 WIB

Kota Kelabu Diluncurkan dan Pembacaan Puisi Kenduri Sumatera

Senin, 5 Januari 2026 - 11:13 WIB

Membaca Kegelisahan Sastrawan di Tengah Arus Modernitas

Minggu, 4 Januari 2026 - 12:50 WIB

Isbedy Luncurkan ‘Kenduri Sumatera’ Sehimpun Puisi Bencana

Berita Terbaru

Bisnis

SGC Disoal, Nyonya Lee Merapat ke Warga

Kamis, 22 Jan 2026 - 14:09 WIB

Politik

Utang Indonesia Membengkak Dekati Level Krisis Era Pandemi

Selasa, 20 Jan 2026 - 14:15 WIB

Bisnis

Ratusan Juta Pekerja Terlilit Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 20 Jan 2026 - 14:03 WIB