Ratusan Juta Pekerja Terlilit Kemiskinan Ekstrem

Data penelitian dari Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menemukan bayang-bayang Pengangguran Muda yang menghantui 2026.

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO Laporan terbaru Organisasi Buruh Internasional (ILO) bertajuk “Tren Ketenagakerjaan dan Sosial 2026” membawa kabar suram bagi pasar kerja global. Meski angka pengangguran diprediksi stagnan di level 4,9 persen, kenyataan pahit justru menghantam sektor informal dan angkatan kerja muda.

Direktur Jenderal ILO, Gilbert F. Houngbo, mengungkapkan bahwa stabilitas angka pengangguran tidak berarti kondisi membaik. Sebaliknya, sebanyak 300 juta pekerja di seluruh dunia masih terjebak dalam kemiskinan ekstrem dengan penghasilan kurang dari 3 dolar AS per hari.

Dominasi sektor informal menjadi tantangan terbesar tahun ini. Diperkirakan 2,1 miliar orang atau 60 persen dari total penduduk bekerja secara global akan berada di sektor informal pada 2026. Kelompok ini sangat rentan karena minimnya akses perlindungan sosial dan jaminan hak-hak kerja.

Baca Juga :  Industri Otomotif Nasional Masih Rapuh Meski Meningkat

Kondisi ini diperparah dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Inovasi ini, bersama dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan global, berisiko merusak struktur pasar kerja yang sudah ada, terutama bagi kaum muda terdidik di negara maju.

Data ILO menunjukkan potret buram bagi masa depan generasi muda:

  • Pengangguran Muda: Mencapai 12,4 persen.
  • Fenomena NEET: Sebanyak 260 juta anak muda masuk kategori Not in Education, Employment, or Training (tidak sekolah, bekerja, maupun pelatihan).
  • Negara Miskin: Di negara berpenghasilan rendah, angka NEET bahkan menyentuh 27,9 persen.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menyebut ketatnya persaingan membuat masa tunggu lulusan sekolah untuk mendapatkan kerja menjadi semakin panjang. “Daya beli berpotensi semakin rendah, yang berujung pada tekanan besar terhadap konsumsi rumah tangga,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo dan Macron Bertemu di Istana Elysee

Khusus di tanah air, pekerja Indonesia menghadapi tekanan ganda. Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, menyoroti lemahnya strategi pemerintah dalam menguatkan industri nasional di tengah gempuran otomatisasi.

“Gagasan besar industrialisasi nasional yang tangguh kurang terasa. Masalah diperparah oleh derasnya arus impor, termasuk impor ilegal, akibat rendahnya hambatan masuk,” tegas Jumhur.

Peneliti CSIS, Deni Friawan, menambahkan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi global membuat perusahaan ragu untuk merekrut tenaga kerja tetap. Hal ini memicu risiko peningkatan kelas masyarakat yang turun ke bawah garis kemiskinan.

Para ahli sepakat bahwa solusi tidak bisa hanya mengandalkan peningkatan keterampilan (sisi permintaan), tetapi pemerintah harus memiliki kebijakan makro yang jelas untuk meningkatkan kuantitas lapangan kerja formal agar dividen demografis tidak terbuang sia-sia.(red)

Berita Terkait

Pamerkan Inovasi Pangan di THAIFEX 2026, Bawa Keahlian Kuliner Thailand ke Kancah Global
Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah
Empat Caketum Mulai Kampanyekan Visi Misi Keliling Indonesia
Suap Pita Cukai Rokok Ditangani KPK
Serangan Siber dan Penipuan Online Kian Ganas
Soliditas BPD HIPMI Lampung dalam Kontestasi MUNAS BPP HIPMI Ke-18
Prabowo dan Macron Bertemu di Istana Elysee
Peringatan HUT ke-81 Korp Brimob Lomba X-Treme 2026 Resmi Dimulai

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:01 WIB

Pamerkan Inovasi Pangan di THAIFEX 2026, Bawa Keahlian Kuliner Thailand ke Kancah Global

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Senin, 27 April 2026 - 02:45 WIB

Empat Caketum Mulai Kampanyekan Visi Misi Keliling Indonesia

Jumat, 17 April 2026 - 14:02 WIB

Suap Pita Cukai Rokok Ditangani KPK

Jumat, 17 April 2026 - 13:59 WIB

Serangan Siber dan Penipuan Online Kian Ganas

Berita Terbaru

Nasional

TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pilihan

Meksiko Tim Pertama Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:16 WIB

Uncategorized

Kejagung Sebut Dadan Cs Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:51 WIB