LINTANG.CO- Dinamika menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mulai menunjukkan intensitasnya. Empat calon ketua umum (caketum) kini resmi memasuki fase awal kontestasi setelah mendapatkan nomor urut, menandai dimulainya pertarungan gagasan untuk masa depan pengusaha muda Indonesia.Konsultasi ekonomi
Berdasarkan hasil pengundian, Reynaldo Bryan memperoleh nomor urut 1, diikuti Ade Jona di posisi 2, Afi Kalla di nomor 3, dan Anthony Leong di nomor 4. Penetapan ini bukan sekadar administratif, tetapi menjadi pijakan awal bagi masing-masing kandidat dalam membangun strategi, memperkuat citra, dan menyampaikan visi besar mereka.
Lebih dari sekadar kompetisi, Munas kali ini diproyeksikan menjadi ruang kolaboratif. Para kandidat menempatkan kontestasi sebagai momentum menyatukan energi dan ide, demi mendorong transformasi HIPMI yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Ketua Steering Committee Munas XVIII BPP HIPMI, Tri Febrianto, menilai proses awal ini mencerminkan kedewasaan dalam berorganisasi sekaligus kepemimpinan yang solid dari para kandidat.
“Semangatnya bukan hanya menang, tapi bagaimana bersama-sama membesarkan HIPMI,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi.
Ke depan, tantangan yang dihadapi HIPMI dinilai semakin kompleks. Mulai dari percepatan digitalisasi bisnis, ekspansi pasar, hingga penguatan jejaring global menjadi agenda strategis yang harus dijawab oleh pemimpin terpilih. Karena itu, Munas XVIII diharapkan mampu melahirkan figur yang tidak hanya visioner, tetapi juga eksekutif dan kolaboratif.
Tahapan selanjutnya akan menjadi fase krusial. Para kandidat dijadwalkan memaparkan visi dan misi dalam rangkaian agenda yang diprediksi menjadi ajang adu strategi, inovasi, sekaligus kemampuan komunikasi publik.
“Dalam satu setengah bulan ke depan, para caketum akan menjalankan masa kampanye antara lain kuliah umum di delapan provinsi, tiga kali debat antar caketum menuju ke acara Munas pada tanggal 10 Juni 2026. Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi masing-masing caketum untuk berkeliling ke 38 provinsi dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Ketua OC Munas XVIII HIPMI, Arief Satria Kurniagung.
Dengan jadwal yang padat dan cakupan nasional, masa kampanye ini dipandang sebagai ujian nyata bagi kapasitas kepemimpinan masing-masing kandidat—terutama dalam menjangkau aspirasi pengusaha muda di berbagai daerah.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas di tengah kompetisi. Ia melihat keempat kandidat sebagai representasi kader terbaik yang dimiliki HIPMI saat ini.
“Keempat calon ketua umum adalah kader HIPMI terbaik saat ini. Dalam menghadapi tantangan ke depan di tangah ketidakpastian geopolitik, diperlukan sinergi seluruh pengusaha nasional untuk membangun ketahanan ekonomi. Saya yakin dengan kolaborasi, HIPMI dapat berkontribusi secara maksimal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%,” ujar Akbar.
Dengan seluruh rangkaian yang masih akan bergulir, Munas XVIII HIPMI diproyeksikan bukan hanya menentukan pemimpin baru, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya arah baru organisasi, yang lebih inklusif, kompetitif, dan relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.(red)










