Pemimpin Kelompok Bersenjata Anti-Hamas Yasser Abu Shahab Tewas di Gaza

Yasser Abu Shahab memimpin kelompok anti-Hamas paling terkemuka yang muncul di Gaza selama agresi Israel dimulai pada 2023 lalu.

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yasser Abu Shahab | Foto: Ist.

Yasser Abu Shahab | Foto: Ist.

 

LINTANG.CO- Pimpinan geng bersenjata anti-Hamas, Yasser Abu Shahab, tewas di Gaza saat menengahi pertikaian keluarga.

Yasser Abu Shahab merupakan pemimpin kelompok bersenjata Popular Forces (Pasukan Rakyat Gaza), yang berbasis di Rafah yang dikuasai Israel di wilayah Gaza selatan.

Dia memimpin kelompok anti-Hamas paling terkemuka yang muncul di Gaza selama agresi Israel dimulai pada 2023 lalu.

Dilansir Reuters, dalam sebuah pernyataan, Pasukan Rakyat Gaza mengeklaim pemimpinnya tewas akibat luka tembak saat menengahi pertengkaran keluarga. Kelompok itu menepis rumor Abu Shahab tewas karena dibunuh Hamas.

Baca Juga :  Mengejar Ketertinggalan dengan Prioritas Pendidikan STEM

Mereka juga menegaskan bakal melanjutkan jejak Abu Shahab dan “memerangi terorisme” di Gaza.

Kematian Abu Shahab pertama kali dilaporkan oleh media Israel, termasuk lembaga penyiaran publik Kan. Radio Angkatan Darat Israel mengatakan Abu Shahab meninggal di rumah sakit Soroka di Israel selatan, karena luka.

Kelompok yang dipimpin Abu Shahab ini beroperasi dari wilayah Gaza yang dikuasai pasukan Israel, sejak Hamas dan Israel mencapai gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Pada Juni lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengakui bahwa pihaknya mempersenjatai klan-anti Hamas di Gaza, meski tak memberikan rincian lebih lanjut soal klaim itu.

Baca Juga :  Konflik Gajah vs Manusia yang Berujung Demo Warga Lamtim ke TNWK

Pada 18 November, kelompok Abu Shahab mengunggah video menunjukkan puluhan milisinya menerima perintah untuk melancarkan operasi “membersihkan Rafah dari teror”. Perintah itu diduga merujuk pada Hamas, yang diyakini bersembunyi di sana.

Kebijakan Israel untuk mendukung kelompok anti-Hamas terbentuk saat Negeri Zionis itu terus menekan Gaza untuk menargetkan Hamas. Netanyahu juga pernah menyebut bahwa dukungan Israel terhadap klan Gaza telah menyelamatkan nyawa tentara Israel. (*)

Berita Terkait

Pamerkan Inovasi Pangan di THAIFEX 2026, Bawa Keahlian Kuliner Thailand ke Kancah Global
Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah
Prabowo dan Macron Bertemu di Istana Elysee
Peringatan HUT ke-81 Korp Brimob Lomba X-Treme 2026 Resmi Dimulai
Terungkap Pasal Siluman soal Tata Niaga Gula Rafinasi
Tiga Pimpinan OJK Mundur Serentak
Ratusan Juta Pekerja Terlilit Kemiskinan Ekstrem
Ancaman Bahaya, Wapres Gibran Batal Kunjungi Yahukimo

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:01 WIB

Pamerkan Inovasi Pangan di THAIFEX 2026, Bawa Keahlian Kuliner Thailand ke Kancah Global

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Rabu, 15 April 2026 - 15:44 WIB

Prabowo dan Macron Bertemu di Istana Elysee

Minggu, 12 April 2026 - 17:41 WIB

Peringatan HUT ke-81 Korp Brimob Lomba X-Treme 2026 Resmi Dimulai

Sabtu, 11 April 2026 - 23:52 WIB

Terungkap Pasal Siluman soal Tata Niaga Gula Rafinasi

Berita Terbaru

Nasional

TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pilihan

Meksiko Tim Pertama Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:16 WIB

Uncategorized

Kejagung Sebut Dadan Cs Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:51 WIB