Ekonomi Nasional Diperkirakan Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Tim ekonomi Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih rendah dari target pemerintah

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan ekonomi nasional akan tumbuh 5,2 persen pada 2026. Proyeksi ini lebih rendah dari target pemerintah pada APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.

Selain itu, pengimplementasian berbagai program strategis pemerintah dapat memberikan efek ganda ke berbagai sektor penggerak ekonomi, seperti manufaktur, industri pengolahan, dan sektor padat karya.

“Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh 5,2 persen pada 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2025).

Baca Juga :  Parto dan HIPMI Berkolaborasi untuk Mengukir Masa Depan Digital Lampung

Tim Ekonom Bank Mandiri juga melihat kondisi ekonomi jelang pergantian tahun, di mana dinamika ekonomi global masih diwarnai fluktuasi mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat hingga perlambatan permintaan dunia. Namun, di tengah tekanan tersebut, indikator domestik menunjukkan ketahanan yang relatif kuat.

Hal ini terlihat dari Purchasing Manufacturing Index (PMI) yang meningkat ke 53,3, sedangkan indeks keyakinan konsumen mencapai titik tertinggi dalam lima bulan. Kemudian, pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III 2025 juga masih solid sebesar 5,04 persen, serta inflasi yang terjaga di 2,7 persen menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh.

Baca Juga :  Kader PAN Lampung Kompak Bela Kepedulian Zulkifli Hasan

“Sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif menjadi jangkar kestabilan, sekaligus menyiapkan fondasi peningkatan aktivitas ekonomi tahun depan,” jelasnya.

Meski tekanan eksternal mendorong outflow portofolio dan depresiasi nilai tukar, respons pemerintah dan Bank Indonesia dinilai tetap efektif menjaga keseimbangan pasar keuangan.

Kenaikan belanja pemerintah, stabilnya pasar obligasi, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level all time high menunjukkan bahwa kepercayaan investor domestik masih kuat.

“Optimisme terhadap pemulihan ekonomi akan tetap terjaga selama koordinasi kebijakan terus berjalan efektif,” tuturnya.(lis)

 

Berita Terkait

Diadang Aparat di Sudirman, Demo Mahasiswa Menuju Bundaran HI Sempat Memanas
BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing
OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI
Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya
⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Empat Caketum Mulai Kampanyekan Visi Misi Keliling Indonesia
Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga
Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ karya Sekjen Golkar Diluncurkan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:50 WIB

Diadang Aparat di Sudirman, Demo Mahasiswa Menuju Bundaran HI Sempat Memanas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:12 WIB

OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI

Selasa, 28 April 2026 - 21:07 WIB

Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya

Senin, 27 April 2026 - 17:42 WIB

⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Senin, 27 April 2026 - 02:45 WIB

Empat Caketum Mulai Kampanyekan Visi Misi Keliling Indonesia

Berita Terbaru

Nasional

TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pilihan

Meksiko Tim Pertama Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:16 WIB

Uncategorized

Kejagung Sebut Dadan Cs Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:51 WIB