Kantor Penyedia Jasa Drone Terbakar, 22 Karyawan Tewas

TerraDrone, perusahaan yang tercatat pernah survei untuk beberapa perusahaan di Sumatera sebelum banjir bandang, memunculkan pertanyaan. Terbakar atau dibakar?

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO- Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan penyebab dampak kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, begitu besar.

Hal itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai besar dan cepatnya dampak kebakaran di lokasi tersebut. Susatyo mengatakan, Kantor Terra Drone di Kemayoran merupakan tempat servis dan gudang drone.

Saat ini polisi masih memeriksa berapa stok baterai drone yang tersimpan di lokasi. “Karena di toko ini, selain (jadi tempat) service juga ada gudang, nanti hasil lengkapnya akan kami sampaikan,” ujar Susatyo dalam memberikan keterangan pers di halaman kantor PT Terra Drone, Rabu (10/12/2025).

Terbakar atau Dibakar?

Tragedi mencekam yang melanda Kemayoran, pada Selasa, 9 Desember 2025 itu tercatat menewaskan sedikitnya 22 karyawan yang terjebak di dalam ruko enam lantai tersebut. 19 karyawan di antaranya berhasil selamat.

Namun, kengerian bencana ini segera diselimuti teka-teki, mengingat rekam jejak TerraDrone yang pernah melakukan survei sensitif terkait bencana dan pertanahan di Sumatra, memicu pertanyaan tajam: Terbakar atau Dibakar?

Informasi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebut, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB

Lalu sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian. Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi total korban meninggal sebanyak 22 orang. “Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo.

Baca Juga :  Parto dan HIPMI Berkolaborasi untuk Mengukir Masa Depan Digital Lampung

Ia, menyatakan bahwa korban tewas sebagian besar ditemukan di lantai lima, dugaan sementara karena kekurangan oksigen karena gedung yang hanya memiliki satu pintu masuk dan ke luar. Sementara sumber api dari batrei drone yang meledak dan terbakar berada di lantai satu.

Namun, kesaksian dari lingkungan sekitar memunculkan kecurigaan bahwa kobaran api ini tidak wajar.

Heru (58), petugas keamanan ruko sebelah yang menjadi saksi mata pertama, menceritakan kejanggalan yang ia cium.

“Apinya itu cepat sekali membesar. Tidak seperti api biasa. Saya dengar ledakan kecil, lalu dalam lima menit, lantai dua sudah merah semua. Dan yang aneh, ada bau bensin atau cairan kimia yang menyengat sekali, bukan cuma bau kabel terbakar. Saya langsung teriak minta tolong,” ungkap Heru dengan wajah tegang. Lalu menceritakan beberapa karyawan di lantai atas sudah teriak-teriak minta tolong. Beberapa di antaranya berhasil selamat melalu tangga yang diberikan Damkar.

Kecepatan penyebaran api yang abnormal menjadi fokus utama penyelidikan. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah diterjunkan untuk mengambil sampel material dan residu sisa kebakaran.

Kecurigaan publik terhadap motif kebakaran didasari oleh rekam jejak TerraDrone. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia jasa pemetaan udara presisi tinggi menggunakan teknologi drone untuk klien-klien besar di sektor energi, pertambangan, dan kehutanan.

Investigasi mendalam mengungkap bahwa TerraDrone baru saja menyelesaikan survei komprehensif di sejumlah wilayah Sumatra yang belakangan dilanda bencana banjir bandang dahsyat.

Lutfi, mantan pegawai teknis TerraDrone yang ada lokasi kebakaran dan berhasil selamat dengan luka di pelipis dan pinggang itu, membenarkan adanya proyek yang membantu pemetaan hutan Sumatera.

Baca Juga :  Menjawab Kritik Majalah The Economist Terhadap Prabowo

“Proyek kami di Sumatra itu sangat rahasia. Kami memetakan land use change (perubahan tata guna lahan) di hulu sungai. Hasilnya sangat detail, bisa menunjukkan dugaan praktik ilegal (pembalakan atau penambangan tanpa izin) yang berpotensi menjadi pemicu banjir bandang,” ujar dia.

Data ini, jika benar, memiliki potensi untuk menyeret pihak-pihak berkepentingan yang sangat kuat. Hipotesis yang beredar adalah: apakah kebakaran ini adalah upaya untuk menghilangkan hard data hasil pemetaan yang tersimpan di kantor pusat?

Beberapa media sosial menarasikan, kebakaran ini harus dilihat dari perspektif risiko bisnis dan persaingan.

“Dalam kasus seperti ini, motif bisa jadi klasik (persaingan bisnis), namun jika ada korelasi waktu antara survei sensitif dan kebakaran, kita tidak bisa mengabaikan kemungkinan kejahatan terencana untuk memusnahkan bukti digital,” demikian diucapkan Dr. Daniel yang diminta komentar soal kebakaran di kantor TerraDrone itu.

Tim penyidik kini tengah menelusuri daftar klien TerraDrone yang paling rentan terhadap temuan data survei Sumatra tersebut. Ponsel dan data pribadi para korban yang tewas, telah diamankan untuk dianalisis.

Kematian 22 karyawan di Kantor Terra Drone di Jl Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran bukan hanya tragedi kemanusiaan, melainkan juga sinyal bahaya akan persaingan bisnis yang kotor dan upaya menutupi fakta di balik kerusakan lingkungan. Kepastian apakah ruko itu terbakar karena kecelakaan atau dibakar untuk memusnahkan ‘harta karun data Sumatra’ kini berada di tangan tim Puslabfor.(tim)

Berita Terkait

BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing
Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah
OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI
Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya
⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga
Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ karya Sekjen Golkar Diluncurkan
Penyidikan KPK Perlu Dievaluasi karena Banyak Kalah Praperadilan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:55 WIB

BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:12 WIB

OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI

Selasa, 28 April 2026 - 21:07 WIB

Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya

Senin, 27 April 2026 - 17:42 WIB

⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

Jakarta

BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:55 WIB

Internasional

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Susastra

Menjawab Kritik Majalah The Economist Terhadap Prabowo

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:37 WIB