​Guru Besar UGM Nolak Hadir, dari Unila Shelfie Bangga

Taklimat atau undangan dari Presiden Prabowo di Istana Negara untuk para akademisi dari kampus, memunculkan “kritik ffektivitas” dan ada juga yang menunjukkan kebanggaan masuk istana.

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO – Undangan dialog Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (15/1/2026) menyisakan cerita kontras di kalangan akademisi. Di saat sejumlah Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) memilih absen karena meragukan efektivitas acara, sejumlah akademisi lain justru menunjukkan antusiasme tinggi hingga melakukan swafoto (shelfie) sebagai bentuk kebanggaan.

​​Salah satu sikap tegas datang dari Guru Besar Ilmu Perencanaan Kota Fakultas Teknik UGM, Bakti Setiawan. Meski namanya masuk dalam daftar 180 akademisi yang diundang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Bakti memilih untuk tidak berangkat ke Jakarta.

​Menurutnya, forum yang melibatkan ratusan orang tersebut tidak akan efektif dalam memberikan masukan yang substantif kepada Presiden.

​”Masak ratusan orang bisa beri masukan. Tujuan acara itu juga tidak begitu jelas. Masukan atau kritik lebih efektif saya sampaikan melalui tulisan di jurnal,” tegas Bakti (15/1).

​Selain masalah efektivitas, pelaksanaan acara ini juga diwarnai kekacauan koordinasi. Beberapa Guru Besar UGM yang sudah kadung terbang ke Jakarta justru ditolak masuk Istana karena nama mereka tidak sinkron antara daftar Kemendiktisaintek dengan Sekretariat Negara.

Baca Juga :  Kasus Bullying Melonjak, Pentingnya Lingkungan Pendidikan yang Aman

​Ketegangan di gerbang Istana sempat terjadi saat panitia meminta salah satu profesor UGM menggunakan “nama kampus lain” agar bisa masuk karena kendala administrasi—permintaan yang langsung ditolak oleh sang profesor.

​Acara ini memang menerapkan protokol yang sangat ketat dan mendadak:

​Perubahan Jadwal: Dimajukan dari pukul 13.00 ke pukul 08.00 secara mendadak.

​Logistik: Peserta wajib menggunakan bus panitia dan kumpul pukul 05.00 pagi.

​Keamanan: Dilarang membawa ponsel, smartwatch, maupun alat perekam. Hanya buku dan alat tulis yang diperbolehkan masuk.

​Berbeda dengan nada kritis dari Yogyakarta, suasana di lapangan justru menunjukkan pemandangan lain. Sejumlah akademisi, termasuk dari Universitas Lampung (Unila), tampak menikmati momen langka tersebut.

​Meski aturan melarang membawa gawai ke dalam ruang dialog, momen sebelum memasuki area steril atau saat berada di titik kumpul bus dimanfaatkan banyak peserta untuk mengabadikan momen. Foto-foto shelfie dengan latar belakang bus khusus atau undangan berlogo Garuda mulai beredar di grup-grup WhatsApp dosen.

Baca Juga :  Ekonomi Nasional Diperkirakan Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

​Bagi sebagian akademisi, undangan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran kampus dalam mendukung Asta Cita Prabowo-Gibran. Jika Guru Besar UGM lebih menyoroti substansi dialog, banyak dosen dari daerah merasa ini adalah kesempatan emas untuk berada di lingkaran utama pengambilan kebijakan, terlepas dari segala keruwetan administrasinya.

​Dialog ini sedianya dirancang sebagai taklimat untuk membahas peran perguruan tinggi dalam menyokong visi besar pemerintahan Prabowo. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Menteri Sekretaris Negara maupun protokol Kemendiktisaintek belum memberikan tanggapan resmi terkait carut-marut daftar undangan yang membuat para Guru Besar UGM “kecele” tersebut.(red)

Berita Terkait

Diadang Aparat di Sudirman, Demo Mahasiswa Menuju Bundaran HI Sempat Memanas
BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing
OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI
Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya
⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga
Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ karya Sekjen Golkar Diluncurkan
Penyidikan KPK Perlu Dievaluasi karena Banyak Kalah Praperadilan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:50 WIB

Diadang Aparat di Sudirman, Demo Mahasiswa Menuju Bundaran HI Sempat Memanas

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:12 WIB

OJK Pastikan Stabilitas Pasar tetap Terjaga Pasca-Rebalancing MSCI

Selasa, 28 April 2026 - 21:07 WIB

Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo, Taksi Green SM Terancam Dicabut Izinnya

Senin, 27 April 2026 - 17:42 WIB

⁠Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Rabu, 22 April 2026 - 18:53 WIB

Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga

Berita Terbaru

Nasional

TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pilihan

Meksiko Tim Pertama Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:16 WIB

Uncategorized

Kejagung Sebut Dadan Cs Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:51 WIB