LINTANG.CO- Masyarakat Gayo di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyuarakan permohonan bantuan internasional — secara spesifik kepada Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim — karena bantuan dari pemerintah Indonesia dinilai belum menjangkau daerah terpencil.
Hal itu dilakukan setelah banjir besar akibat badai siklon Senyar menghantam kawasan tersebut sejak pekan lalu. Aceh menjadi salah satu daerah terdampak terparah bersama Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dengan ribuan warga terisolasi tanpa pasokan logistik selama hampir sepekan.
Permintaan Bantuan kepada Anwar Ibrahim Akun Instagram @explore_gayo mengunggah poster yang kini viral, menyerukan agar Malaysia mengirimkan bantuan helikopter untuk menjangkau korban banjir yang masih terisolasi.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Kami, masyarakat Gayo, memohon kepada Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, untuk mengirim bantuan helikopter. Masyarakat Gayo kelaparan. Lima hari tanpa bantuan.”
Keluhan serupa juga muncul di platform media sosial lain. Seorang pengguna Instagram berkomentar, “Kami meminta bantuan dari luar negeri. Betapa sedih. Di mana para pemimpin kami?”
Media Malaysia juga turut memberitakan unggahan dari Relawan Pemuda Gayo yang mengatakan, “Kami, penduduk Gayo memohon bantuan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim. Penduduk kelaparan, sudah lima hari tidak ada bantuan.”
Dalam unggahan lanjutan mereka menulis, “@anwaribrahim_my Tolong kami warga Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues. Kami terputus hubungan, belum ada bantuan di kampung-kampung terpencil.”
Video dan poster tersebut memicu perbincangan luas, dengan banyak warganet menilai pemerintah Indonesia tidak menangani bencana dengan cukup cepat. Unggahan tersebut juga diberitakan di situs resmi BNPB Malaysia, di mana warga Gayo dikatakan belum menerima bantuan dari Pemerintah Indonesia, sehingga meminta bantuan kepada Anwar Ibrahim.
Menurut laporan BBC terkini, jumlah korban meninggal akibat banjir dan badai di Indonesia telah melewati 600 orang. Ratusan orang masih hilang, ribuan lainnya mengalami luka-luka, dan banyak warga belum menerima akses terhadap suplai medis, pangan, maupun tempat berlindung.
Bencana serupa juga melanda negara-negara Asia lainnya. CNA mencatat total 1.300 korban jiwa akibat banjir ekstrem di Thailand, Malaysia, dan Sri Lanka.
Di Thailand, banjir menenggelamkan kawasan luas di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Phatthalung, Songkhla, Trang, Satun, Pattani, dan Yala.
Sementara itu, juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, tidak menampik bahwa sejumlah wilayah terdampak bencana, terutama di Tanah Gayo, masih terisolasi hingga hari ini.
Ia menjelaskan bahwa banyak akses darat lumpuh total akibat bencana — mulai dari jalan yang amblas, tertimbun longsor, hingga jembatan yang hanyut tersapu banjir. (lis)










