PWI Aceh Selatan Minta Probowo Pecat Bahlil

Menteri ESDM itu dianggap bohongi Presiden dan warga Aceh soal listrik yang sudah menyala.

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasca banjir, warga masih tertatih-tatih untuk bangkit. Beberapa di antaranya kehilangan rumah dan keluarga.

Pasca banjir, warga masih tertatih-tatih untuk bangkit. Beberapa di antaranya kehilangan rumah dan keluarga.

LINTANG.CO- Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan, Sudirman Hamid menuding Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, telah memberikan informasi keliru kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat Aceh mengenai kondisi kelistrikan pascabencana.

Mereka mendesak Presiden untuk mengevaluasi bahkan mencopot Bahlil dari jabatannya.

Hingga hari ini, pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Aceh, berbanding terbalik dengan klaim pemerintah pusat yang menyebut pemulihan energi telah hampir tuntas.

“Pernyataan Menteri Bahlil menyesatkan dan melukai masyarakat Aceh yang masih gelap-gelapan hingga sekarang. Beliau telah membohongi Presiden dan publik. Presiden perlu mengambil tindakan tegas,” kata Sekretaris PWI Aceh Selatan dalam keterangannya, Selasa, (9/12/2025)

Baca Juga :  Smanda dan Jejak Awal Kepenyairan Udo Z Karzi

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Aceh Minggu, (7/12/2025), Bahlil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa 93 persen wilayah Aceh akan menyala kembali malam itu juga.

“Seluruh Aceh, 93 persen, malam ini Aceh semua nyala, Pak,” ujar Bahlil dengan yakin saat mendampingi Presiden meninjau pembangunan jembatan darurat.

Pernyataan tersebut sontak menumbuhkan harapan besar di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Namun fakta di lapangan berbeda. Hingga sepekan berlalu, gangguan sistem kelistrikan masih meluas dan aktivitas warga kembali terganggu.

Baca Juga :  PKS Gelar Kembara di Jawa Timur untuk Bantu Bencana Sumatera

PWI Aceh Selatan menilai bahwa informasi yang disampaikan pejabat negara tidak boleh didominasi euforia tanpa memperhitungkan realitas di lapangan.

“Krisis listrik bukan perkara kecil. Ini soal hak dasar, keamanan, mobilitas ekonomi, dan pemulihan daerah. Jangan bermain-main dengan data atau janji yang belum pasti,” tegasnya.

Ia meminta Presiden Prabowo mengambil langkah cepat menyelesaikan persoalan kelistrikan di Aceh dan memastikan pejabat teknis memberikan laporan yang benar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Rakyat Aceh butuh terang, bukan sekadar janji,” tutupnya di rumah besar PWI Aceh Selatan.(lis)

Berita Terkait

HIPMI Half Marathon 2026 Jadi Masa Depan Sport Tourism Lampung
Kunjungi Terminal Rajabasa, Dewan Soroti Rendahnya Aktivitas Bus
Menelusuri Labirin dan Data Kemiskinan di Indonesia
Hari Kartini 2026 dan Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Perempuan di Pelosok
Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ karya Sekjen Golkar Diluncurkan
Mendes Yandri Jelaskan Dana Desa dan Koperasi Merah Putih
Pertamina Gelar Pasar Murah Bantu Warga Prasejahtera
KPK Tangkap Tangan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:36 WIB

HIPMI Half Marathon 2026 Jadi Masa Depan Sport Tourism Lampung

Kamis, 23 April 2026 - 22:58 WIB

Kunjungi Terminal Rajabasa, Dewan Soroti Rendahnya Aktivitas Bus

Selasa, 21 April 2026 - 21:25 WIB

Menelusuri Labirin dan Data Kemiskinan di Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 20:50 WIB

Hari Kartini 2026 dan Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Perempuan di Pelosok

Senin, 20 April 2026 - 21:45 WIB

Buku ‘Kekuasaan Yang Menolong’ karya Sekjen Golkar Diluncurkan

Berita Terbaru

Nasional

TelkomGroup Perkuat Integrasi ESG dalam Transformasi Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:29 WIB

Pilihan

Meksiko Tim Pertama Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 11:16 WIB

Uncategorized

Kejagung Sebut Dadan Cs Korupsi Program MBG

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:51 WIB