LINTANG.CO- Wakil Presiden Gibran Rakabuming terpaksa menunda kunjungan kerja ke wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan pada Rabu, 14 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah tim pengamanan VVIP memberikan saran mendadak terkait adanya risiko keamanan yang membahayakan keselamatan rombongan Wapres Gibran.
Rencana kunjungan ke Yahukomo sedianya merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja Wapres di Papua. Yang telah dimulai sejak Seala, 13 Januari 2026. Keputusan pembatalan justru diambil sesaat sebelum pesawat Hercules yang ditumpangi Wapres lepas landas dari Bandara Wamena menuju Yahukimo.
Komandan Satgas Pengamanan VVIP sekaligus Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengonfirmasi bahwa informasi intelejen mencatat adanya pergerakan kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab di lokasi tujuan.
“Dari pertimbangan intelejen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok yang tidak bertanggungjawab di sana. Demi keamanan VVIP tentu sangat tidak memungkinkan (untuk lanjut),” ujar Amrin pada awak media di Landasan Udata Manuhua, Biak Numfor.
Sebelum agenda ke Yahukimo dibatalkan, Wapres Gibran sempat menjalankan sejumlah agenda di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIT, Gibran mengunjungi Pasar Potikelek untuk berinteraksi langsung dengan para pedagang lokal atau mama-mama Papua.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menerima keluhan dari salah satu pedagang, Merry Walea, terkait sulitnya menjual produk lokal akibat banyaknya pasokan sayur dan buah dari luar daerah. Selain masalah persaingan pasar, warga juga menyampaikan aspirasi tentang kebutuhan modal usaha. Tidak hanya di pasar, Wapres Gibran juga menyempatkan diri berkunjung ke program MBG (Makan Bergizi Gratis) di SMA Negeri 1 Wamena. Gibran masuk ke beberapa kelas, memastikan program MBG diterima siswa dan berjalan dengan baik. Dilanjutkan ke bandara.
Akibat pembatalan agenda di Yahukimo, Wapres Gibran bersama rombongan langsung diterbangkan kembali menuju Landasan Udara Manuhua di Biak Numfor. Setibanya di Biak, rombongan segera berpindah pesawat untuk diterbangkan pulang ke Jakarta.
Pihak keamanan menegaskan bahwa Wapres Gibran sebenarnya sangat ingin melanjutkan kunjungan untuk mengecek pembangunan dan menyapa warga Yahukimo secara langsung. Namun demi alasan keselamatan, agenda tersebut akan dijadwalkan ulang pada waktu yang lebih kondusif.
Batalnya kunjungan ke Yahukimo, secara eksplisit membantah narasi bahwa pemerintah menggaungkan pembangunan yang masif di Papua. Bisa dibayangkan, seorang Wakil Presiden_ yang juga memimpin Badan Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP)_ terhalang masuk ke sebuah kabupaten karena alasan keamanan, apakah pemerintah benar-benar sedang membangun Papua? (*)










