LINTANG.CO– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Kemah Bela Negara (KEMBARA) Jawa Timur yang dirangkai dengan Apel Penanggulangan Bencana. Kegiatan yang dipusatkan di Malang ini menjadi momentum penting bagi PKS untuk memperkuat kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di awal tahun 2026.
Hadir secara langsung untuk membuka acara, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf memberikan arahan strategis kepada ribuan kader yang hadir.
Dalam pidatonya, tokoh nasional yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung 1 ini menegaskan bahwa kekuatan sejati partai bukan terletak pada struktur elite, melainkan pada militansi kader di akar rumput.
“Kekuatan utama PKS adalah para kader yang memiliki semangat pengorbanan luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang hadir lebih dulu saat bencana terjadi, mengorbankan tenaga, waktu, bahkan dana pribadi demi keselamatan sesama tanpa mengharap imbalan,” ujar Al Muzzammil Yusuf dalam rilis media yang diterima pada Senin, 29 Desember 2025.
Di hadapan para peserta apel, Al Muzzammil menjelaskan bahwa kerja kemanusiaan PKS kini telah bertransformasi menjadi ikhtiar yang terukur, sistematis, dan berkelanjutan. PKS tidak lagi sekadar bergerak secara spontan, melainkan melalui sistem rotasi relawan nasional yang terintegrasi.
Sebagai bagian dari implementasi sistem tersebut, Jawa Timur mendapatkan amanah untuk menerjunkan relawan ke Aceh Tamiang pada awal Januari 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari ikhtiar kemanusiaan yang sebelumnya telah dijalankan oleh wilayah lain sejak awal bencana terjadi di tanah rencong.
“Penerjunan ini dilakukan secara profesional. Untuk tahap awal, sebanyak 12 relawan terampil telah disiapkan. Mereka bukan sekadar relawan biasa, tapi tenaga ahli mulai dari tim medis, montir, tukang kayu, hingga tenaga las,” jelas legislator asal Lampung tersebut.
Pilihan mengirimkan relawan dengan keahlian khusus ini didasarkan pada kebutuhan riil warga di lapangan yang saat ini masih berjuang membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan infrastruktur pascabencana.
Semangat Bela Negara dari Malang
Pemilihan Malang sebagai lokasi KEMBARA juga memiliki makna filosofis yang kuat. Mengambil inspirasi dari sejarah heroik “Bumi Hangus 1947”, Al Muzzammil Yusuf mengajak seluruh kader untuk menyalakan kembali semangat bela negara dalam konteks modern.
“Hari ini, makna bela negara bagi PKS adalah menyingkirkan ego politik dan mengutamakan keselamatan rakyat. Ketika rakyat menderita karena bencana, di situlah kewajiban bela negara kita tunjukkan dengan aksi nyata,” tegasnya.
Melalui kegiatan KEMBARA ini, PKS Jawa Timur diharapkan menjadi motor penggerak relawan yang tangguh dan terampil, siap sedia mengabdi untuk NKRI kapanpun dibutuhkan.(lis)










