Reka Punnata Siap Menangkan PSI Lampung

Masuk partai politik adalah pilihan, dan PSI adalah sarana pengabdian

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO- Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulangbawang, Reka Punnata, membuat langkah politik mengejutkan dengan resmi bergabung dan berkiprah di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Keputusan ini diambil setelah bertahun-tahun menjalani peran sebagai penyelenggara pemilu yang harus netral. Reka Punnata kini memilih jalur pengabdian baru, menggunakan pengalamannya di KPU sebagai modal untuk terjun ke gelanggang politik praktis.

Pilihan Politik sebagai Sarana Pengabdian

Ketika diwawancarai media ini, Reka Punnata menegaskan bahwa memilih masuk ke partai politik adalah jalan yang dia tempuh untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu kesejahteraan masyarakat.

“Masuk partai politik adalah pilihan, dan pilihan ber-PSI adalah sarana pengabdian,” ujar Reka pada media ini, Kamis, 4 Des ember 2025.

Mantan Ketua Umum PC HMI Tulangbawang dan Ketua Badko PB HMI periode 2009-2011 itu menegaskan. “Kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan, maka pilihan itu harus diperjuangkan.”

Reka menjelaskan bahwa pengalamannya selama di KPU memberikan pemahaman mendalam tentang ekosistem politik di Indonesia. Ia menggunakan waktu tersebut untuk mempelajari platform dan ideologi berbagai partai politik.

Baca Juga :  Kantor Penyedia Jasa Drone Terbakar, 22 Karyawan Tewas

“PSI adalah partai politik pertama saya. Selama saya di KPU, saya mempelajari platform partai politik. Saya melihat PSI sebagai partai yang ideal, apalagi ada sosok Pak Jokowi yang menjadi inspirasi. Tidak salahnya hati saya berlabuh di PSI,” tegasnya.

Keputusan Reka untuk gabung di PSI didasarkan pada pandangan pragmatisnya tentang kekuasaan dan kebijakan negara. Ia meyakini bahwa perubahan substantif hanya bisa dilakukan dari dalam sistem politik. Yaitu melalui kanal partai politik.

“Kenapa harus berpartai? Karena partai yang menguasai dan mengatur semua kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ditentukan oleh politik. Jika kita ingin berjuang untuk rakyat, kita harus berada di arena penentu kebijakan,” jelas dia yang pernah bekerja sebagai PNS pada 2003 dan mundur pada 2012 itu.

Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Lampung, Reka Putra menjadikan pembangunan daerah asalnya sebagai prioritas perjuangannya di PSI. Ia melihat Lampung bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebagai sebuah potensi strategis yang luar biasa.

Baca Juga :  PLN Siap Berkontribusi untuk Kemandirian Ekonomi Nasional

“Sebagai orang Lampung, yang tinggal dan besar di Lampung, sudah kewajiban kita untuk membangun Lampung. Lampung adalah potensi! Lampung adalah Gerbang Sumatra,” serunya.

Reka memaparkan secara rinci potensi yang dimiliki Lampung, antara lain:

Potensi Suara: Merupakan wilayah dengan pemilih terbanyak di Sumatra, menjadikannya pusat perhatian politik yang besar.

Potensi Ekonomi: Lampung kaya akan potensi manufaktur, barang dan jasa.

Potensi Komoditas: Sektor perkebunan unggulan seperti lada, kakao, dan kopi, dengan keberadaan pabrik gula terbesar di Indonesia seperti SGC.

Potensi Alam: Keunggulan di sektor pertanian dan perikanan, memanfaatkan kekayaan dari laut, rawa, sungai, daratan, dan gunung yang dimiliki.

Melalui PSI, Reka berharap dapat mendorong kebijakan yang mengakselerasi potensi-potensi tersebut, mengubah Lampung dari sekadar gerbang perlintasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra.(adv)

Berita Terkait

Wacana Pilkada Lewat DPRD Upaya Membajak Suara Rakyat
Kepsek Mesum di Lamtim Terancam Pecat
Jangan Rampas Suara Rakyat
Mengukir Asa di Atas Kayu Bencana, Kisah Salihin Melawan Nestapa Banjir Bandang
PKS Gelar Kembara di Jawa Timur untuk Bantu Bencana Sumatera
Kades di Lamsel Luruskan Kades Hoho
Calon Sekda Lampura Bantu Tokoh Adat Lamsel
Status Hukum Mantan Gubernur Lampung dan Fenomena Jaksa Pemeras
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:05 WIB

Wacana Pilkada Lewat DPRD Upaya Membajak Suara Rakyat

Senin, 5 Januari 2026 - 11:51 WIB

Kepsek Mesum di Lamtim Terancam Pecat

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:06 WIB

Jangan Rampas Suara Rakyat

Rabu, 31 Desember 2025 - 05:53 WIB

Mengukir Asa di Atas Kayu Bencana, Kisah Salihin Melawan Nestapa Banjir Bandang

Senin, 29 Desember 2025 - 13:17 WIB

PKS Gelar Kembara di Jawa Timur untuk Bantu Bencana Sumatera

Berita Terbaru

Internasional

China Larang Ekspor Produk Militer ke Jepang

Rabu, 7 Jan 2026 - 11:23 WIB

Jakarta

Wacana Pilkada Lewat DPRD Upaya Membajak Suara Rakyat

Selasa, 6 Jan 2026 - 11:05 WIB

Daerah

Kepsek Mesum di Lamtim Terancam Pecat

Senin, 5 Jan 2026 - 11:51 WIB

Nasional

Kades yang Tewas Terinjak Gajah Liar Dianggap Martir

Senin, 5 Jan 2026 - 11:30 WIB

Susastra

Membaca Kegelisahan Sastrawan di Tengah Arus Modernitas

Senin, 5 Jan 2026 - 11:13 WIB