LINTANG.CO– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan terjaminnya kelangsungan proses belajar mengajar bagi peserta didik yang sekolahnya terdampak banjir di tiga propinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan keberlanjutan pembelajaran tetap menjadi prioritas utama, namun, karena kondisi di masing-masing propinsi itu berbeda-beda, kebijakan pembelajaran sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Karena setiap daerah memiliki kondisi unik, pelaksanaan pembelajaran dan ujian akhir semester kami serahkan kepada dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota yang lebih memahami situasi lapangan,” kata Abdul Mu’ti, Sabtu (6/12/2025).
Walaupun begitu, Kemendikdasmen juga mengimplementasikan pembelajaran darurat, yakni kombinasi pembelajaran secara luring, dan daring, serta melakukan penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM).
Untuk sekolah dengan kerusakan berat, Kemendikdasmen telah menyiapkan 25 tenda darurat yang akan didistribusikan ke wilayah terdampak. Sementara beberapa sekolah terpaksa meliburkan siswa untuk sementara demi keselamatan.
Terkait pelaksanaan Ujian Akhir Semester, Kemendikdasmen menyerahkan kewenangannya ke pemerintah daerah.
“Tidak ada arahan penundaan yang seragam. Dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota memiliki kewenangan penuh karena mereka paling memahami kesiapan sekolah dan kondisi warga belajar,” jelas Abdul Mu’ti. (*)










