Terpilih 50 Proposal Terbaik Hackathon Rumah Pendidikan 2025

Hackathon digelar untuk menjawab tantangan rendahnya pemanfaatan layanan digital pendidikan jika tidak terus diperkuat melalui inovasi berbasis kebutuhan nyata pengguna.

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTANG.CO- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menuntaskan penyelenggaraan Hackathon Rumah Pendidikan 2025 yang menghasilkan inovasi gim edukasi interaktif dari berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan transformasi digital pendidikan sekaligus upaya optimalisasi pemanfaatan super aplikasi Rumah Pendidikan yang menaungi ratusan layanan dan aplikasi pembelajaran digital Kemendikdasmen. Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, mengatakan hackathon digelar untuk menjawab tantangan rendahnya pemanfaatan layanan digital pendidikan jika tidak terus diperkuat melalui inovasi berbasis kebutuhan nyata pengguna.

“Jika ratusan aplikasi tidak dioptimalkan, kualitas layanan publik bisa menurun dan biaya pengembangannya menjadi mahal. Hackathon ini kami rancang sebagai wadah kolaboratif untuk menghadirkan solusi dan prototipe teknologi pendidikan yang berdampak langsung pada pengembangan Rumah Pendidikan,” ujar Yudhistira dalam keterangannya, Sabtu 31 Januari 2026.

Menurutnya, hackathon juga menjadi strategi mendorong partisipasi aktif ekosistem pendidikan dalam pengembangan teknologi pembelajaran yang relevan dan aplikatif.

Peserta hackathon berasal dari unsur pendidik dan peserta didik jenjang PAUD hingga SMK, termasuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK atau sederajat. Fokus pengembangan diarahkan pada penciptaan gim edukasi berbasis web yang terintegrasi dengan ekosistem Rumah Pendidikan. Sepanjang pelaksanaan, tercatat sebanyak 615 proposal karya diunggah peserta, dengan masing-masing proposal memuat dua karya inovasi.

Baca Juga :  Mengejar Ketertinggalan dengan Prioritas Pendidikan STEM

Dari jumlah tersebut, 50 proposal terbaik lolos ke tahap wawancara dan penilaian akhir. Untuk jenjang PAUD, pemenang utama diraih oleh TK Surya Buana (Jawa Timur), TK IT Al-Bushra Hasyimiyah (Nusa Tenggara Barat), dan PAUD Satu Al Umm Barabai (Kalimantan Selatan).

Pada jenjang SD, pemenang berasal dari SDN 3 Sukahurip (Jawa Barat), SD Negeri Kradenan 01 (Jawa Tengah), dan SDN Soekaraja Kidul (Jawa Tengah). Sementara jenjang SMP dimenangkan oleh SMP Islam As Shofa (Riau), SMP Negeri 1 Nglipar (DI Yogyakarta), serta SMP Negeri 4 Satu Atap Kragan (Jawa Tengah). Adapun jenjang SMA dimenangkan oleh SMA Negeri 6 Bandung (Jawa Barat), SMA Negeri 75 Jakarta, dan SMA 1 Bintan Pesisir (Kepulauan Riau). Untuk jenjang SMK, pemenang berasal dari SMK Telkom Banjarbaru (Kalimantan Selatan), SMK IT As-Syifa Boarding School (Jawa Barat), serta SMK Negeri 2 Bangkalan (Jawa Timur).

Baca Juga :  Kemah Sastra 2026 Hadirkan Akademisi Unila dan UIN RIL

Yudhistira menilai karya para pemenang menawarkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan inovatif.

Salah satunya gim PAUD dari TK Surya Buana Jawa Timur yang mengemas pembelajaran dalam bentuk petualangan di dunia hutan, memadukan suara, visual, dan gerakan tubuh untuk mengatasi kejenuhan anak dalam belajar. Sementara dari jenjang SMK, tim Skatel Game Squad SMK Telkom Banjarbaru menghadirkan gim IoT Survival dan Jukung Cyber Race untuk pembelajaran Dasar-dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

Kedua gim tersebut dirancang untuk memvisualisasikan materi Internet of Things serta jaringan LAN dan WAN yang selama ini dinilai abstrak bagi siswa kelas X.

Kemendikdasmen melalui Pusdatin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan dan mengintegrasikan karya terbaik hasil Hackathon Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital dalam super aplikasi Rumah Pendidikan.(lis)

Berita Terkait

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah
Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga
Hari Kartini 2026 dan Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Perempuan di Pelosok
Denda Administratif Dianggap Lebih Bermanfaat Dibanding Hukuman Bagi Perusak Hutan
Anak Muda yang Mana?
Mendes Yandri Jelaskan Dana Desa dan Koperasi Merah Putih
Peringatan HUT ke-81 Korp Brimob Lomba X-Treme 2026 Resmi Dimulai
Mazda Siapkan Kejutan di GIIAS 2026

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Rabu, 22 April 2026 - 18:53 WIB

Kecurangan UTBK 2026 Bermodus Joki, Manipulasi Data, sampai Tanam Alat di Telinga

Selasa, 21 April 2026 - 20:50 WIB

Hari Kartini 2026 dan Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Perempuan di Pelosok

Senin, 20 April 2026 - 18:50 WIB

Denda Administratif Dianggap Lebih Bermanfaat Dibanding Hukuman Bagi Perusak Hutan

Rabu, 15 April 2026 - 18:41 WIB

Anak Muda yang Mana?

Berita Terbaru

Jakarta

BUMN Eksportir Tunggal Bukan Solusi Masalah Under Invoicing

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:55 WIB

Internasional

Tangis Bahagia Nenek Jumaria Memandang Kabah

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:00 WIB

Susastra

Menjawab Kritik Majalah The Economist Terhadap Prabowo

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:37 WIB